Home » » pengemis saja minum MIZONE


Jalan-jalan keliling kota sekitar tempat ku tinggal, semakin jauh ku tinggalkan tempat tinggal ku... mengukur jalan seirama dengan semakin habisnya masa senja hari ini,.
tak jarang ku temukan anak-anak melantunkan suara serak komersialnya, membangkitkan kekesalan para supir yang merasa terganggu kenyamanannya, dan belum lagi teriakan penuh harap dari pengemis jalan, yang kadang tak jarang memaki maki pengguna jalan yang hanya melambaikan tangan mengusir keberadaan mereka.
dan ku saksikan disudut sana, seorang pengemis tua yang sedang membeli MIZONE, dan sekali teguk saja habis sudah setengah isi botol MIZONE itu...
MENGENASKAN SEKALI KONDISI MASYARAKAT INDONESIA, DAN ITU MERUPAKAN CERMINAN DARI PEMIMPIN DI NEGARA KITA.
PEMIMPIN YANG BERJIWA PENGEMIS... KASIHAN NEGERI KU INI......
Suatu ketika ada seorang pengemis dari kalangan Anshar datang meminta-minta kepada Rasulullah SAW. Lalu beliau bertanya kepada pengemis tersebut, “Apakah kamu mempunyai sesuatu di rumahmu?”

Pengemis itu menjawab, “Tentu, saya mempunyai pakaian yang biasa dipakai sehari-hari dan sebuah cangkir.” Rasul lalu berkata, “Ambil dan serahkan ke saya!”

Pengemis itupun pulang mengambil satu-satunya cangkir miliknya dan kembali lagi pada Rasulullah SAW. Rasulullah SAW kemudian menawarkan cangkir itu kepada para sahabat, “Adakah di antara kalian yang ingin membeli ini?” Seorang sahabat menyahut, “Saya beli dengan satu dirham.”



Rasulullah SAW menawarkannya kembali, “Adakah di antara kalian yang ingin membayar lebih?” Lalu ada seorang sahabat yang sanggup membelinya dengan harga dua dirham.

Rasulullah SAW memberikan dua dirham itu kepada si pengemis lalu menyuruhnya menggunakan uang itu untuk membeli makanan untuk keluarganya dan sisa uangnya digunakan untuk membeli kapak. Rasullulah SAW berkata, “Carilah kayu sebanyak mungkin dan juallah, selama dua minggu ini aku tidak ingin melihatmu.” Sambil melepas kepergiannya Rasulullah SAW pun memberinya uang untuk ongkos.

Dua minggu kemudian pengemis itu datang kembali menghadap Rasulullah SAW sambil membawa uang sepuluh dirham hasil dari penjualan kayu. Kemudian Rasulullah SAW menyuruhnya untuk membeli pakaian dan makanan untuk keluarganya seraya bersada, “Hal ini lebih baik bagi kamu, karena meminta-meminta hanya akan membuat noda di wajahmu di akhirat nanti. Tidak layak bagi seseorang meminta-minta kecuali dalam tiga hal, fakir miskin yang benar-benar tidak mempunyai sesuatu, utang yang tidak bisa terbayar, dan penyakit yang membuat sesorang tidak bisa berusaha.“

Sungguh suatu pelajaran berharga bisa kita dapat dari Rasulullah SAW. Beliau tidak hanya memberikan sedekah pada fakir miskin, namun juga memberikan ‘kail’ kepada mereka agar kelak mereka bisa hidup mandiri. Subhanallah.

0 komentar:

Posting Komentar

Blogger templates

Diberdayakan oleh Blogger.

Pages

Popular Posts

Halaman

Blogroll

Follow on Facebook

 
Created By SoraTemplates | Distributed By Blogger Templates